Jumat, 20 November 2009

SOAL MOLARITAS DAN LAJU REAKSI

ULANGAN MOLARITAS DAN LAJU REAKSI

1. 12,475 gram CuSO4. 5H2O dilarutkan dengan aquades hingga volume 500 mL, berapa molaritasnya? Jika 50 mL larutan diambil dan ditambah air sehingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 0,01 M, berapa mL air yang ditambahkan?(Cu =63,5 dan S = 32)

2. Dicampurkan 200 mL larutan HClO4 0,4 M dengan 200 mL larutan H2SO4 0,2 M. Berapa konsentrasi ion H+ dalam campuran?

3. Gas N2O4 sebanyak 1,2 mol dipanaskan dalam ruang sampai suhu 300oC hingga terurai menjadi NO2, jika setelah 4 detik terdapat 0,6 mol NO2 tentukan laju berkurangnya N2O4 dan bertambahnya NO2!

4. Untuk reaksi X dan Y diperoleh data sebagai berikut:

[X] M

[Y] M

Waktu (detik)

0,25

0,25

36

0,25

1,25

7,2

0,50

0,50

X

0,75

0,25

4

Tentukan harga X !

5. Reaksi 2NO + Cl2 à 2NOCl diperoleh data sebagai berikut:

NO

Cl2

Laju reaksi

0,18

0,09

3 x 10-3

0,36

0,18

24 x 10-3

0,36

0,36

48 x 10-3

0,72

0,36

192 x 10-3

Tentukan : a. orde reaksi NO dan Cl2

b. persamaan laju reaksinya

c. laju reaksi jika konsentrasi NO dan Cl2 masing-masing 0,5 M

6. Diketahui reaksi 3A + 4B + 2C

dari ekperimen diperoleh data

Percobaan

A

B

V

1

0,2

0,1

1

2

0,6

0,3

27

3

0,8

0,2

32

A. tulis persamaan laju reaksi

B. harga k

7. Pada reaksi X + Y + Z menjadi XZ dan YZ diperoleh data sebagai berikut:

a.Jika konsentrasi A diperbesar 4 kali sedangkan konsentrasi B dan C tetap laju reaksi menjadi 4 kali

b.jika konsentrasi B diperbesar 4 kali sedangkan konsentrasi A dan C tetap laju reaksi menjadi 16 kali

c.jika konsentrasi A, B tetap dan konsentrasi C diperbesar 3 kali laju reaksinya tidak mengalami perubahan

Tentukan persamaan laju reaksinya!

8. Untuk reaksi A + B + C diperoleh data sbb:

No

A

B

C

Laju reaksi

1

0,4

0,2

0,4

1

2

0,6

0,2

0,4

1,5

3

0,4

0,4

0,8

8

4

0,4

0,4

1,6

16

Tentukan persamaan laju reaksi

SOAL ULANGAN MOLARITAS DAN LAJU REAKSI

ULANGAN MOLARITAS DAN LAJU REAKSI

1. 6,3 gram H2C2O4. 2H2O dilarutkan dengan aquades hingga volume 500 mL, berapa molaritasnya? Jika 25 mL larutan diambil dan ditambah air sehingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 0,01 M, berapa mL air yang ditambahkan?(H = 1, C = 12 dan O = 16)

2. Dicampurkan 400 mL larutan HNO3 0,2 M dengan 200 mL larutan H2SO4 0,2 M. Berapa konsentrasi ion H+ dalam campuran?

3. Gas N2O4 sebanyak 1,2 mol dipanaskan dalam ruang sampai suhu 300oC hingga terurai menjadi NO2, jika setelah 4 detik terdapat 0,6 mol NO2 tentukan laju berkurangnya N2O4 dan bertambahnya NO2!

4. Untuk reaksi X dan Y diperoleh data sebagai berikut:

[X] M

[Y] M

Laju reaksi (M/det)

0,25

0,25

3 x 10-3

0,25

1,25

15 x 10-3

0,50

0,50

X

0,75

0,25

27 x 10-3

Tentukan harga X !


5. Reaksi 2NO + Cl2 à 2NOCl diperoleh data sebagai berikut:

NO

Cl2

Waktu reaksi

0,18

0,09

64

0,36

0,18

16

0,36

0,36

8

0,72

0,36

2

Tentukan : a. orde reaksi NO dan Cl2

b. persamaan laju reaksinya

c. laju reaksi jika konsentrasi NO dan Cl2 masing-masing 0,5 M

6. Diketahui reaksi 3A + 4B + 2C

dari ekperimen diperoleh data

Percobaan

A

B

V

1

0,2

0,8

32

2

0,3

0,6

27

3

0,1

0,2

1

A. tulis persamaan laju reaksi

B. harga k

7. Pada reaksi A + B + C menjadi AC dan BC diperoleh data sebagai berikut:

a.Jika konsentrasi A diperbesar 2 kali sedangkan konsentrasi B dan C tetap laju reaksi menjadi 2 kali

b.jika konsentrasi B diperbesar 2 kali sedangkan konsentrasi A dan C tetap laju reaksi menjadi 4 kali

c.jika konsentrasi A, B tetap dan konsentrasi C diperbesar 3 kali laju reaksinya tidak mengalami perubahan

Tentukan persamaan laju reaksinya!

8. Untuk reaksi A + B + C diperoleh data sbb:

No

A

B

C

Laju reaksi

1

0,2

0,4

0,4

1

2

0,2

0,6

0,4

1,5

3

0,4

0,4

0,8

8

4

0,4

0,4

1,6

16

Tentukan persamaan laju reaksi

Kamis, 12 November 2009

beauty


dipikir baik-baik!

Yang punya blog ada di sebelah kanan...

Geometri molekul

IKATAN KIMIA

Ikatan kovalen
Elektron yang digunakan bersama ditarik oleh kedua inti yang saling berikatan. Selain gaya yang mengikat, dalam molekul air juga bekerja gaya yang lain yaitu gaya yang mempersatukan. Dikenal juga dengan adhesi dan kohesi.
Gaya yang mempersatukan ini berkaitan dengan sifat fisis zat, seperti titik leleh dan titik didih. Semakin kuat gaya antamolekul, semakin tinggi titik leleh dan titik didihnya.

Geometri Bentuk Molekul
Geometri dapat ditentukan dengan percobaan, namun molekul-molekul sederhana dapat diramalkan geometri berdasrkan pemahaman struktur elektron dalam molekul.
a. Teori domain elektron
Suatu cara meramalkan geometri molekul berdasarkan tolak-menolak elektron2 pada kulit luar atom pusat. Domain elektron berarti kedudukan elektron atau daerah keberadaan elektron. Jumlah domain elektron ditentukan sebgai berikut:
1. setiap elektron ikatan merupakan satu domain
2. setiap pasangan elektron bebas merupakan satu domain
b. Merumuskan tipe molekul
Tipe molekul merupakan suatu notasi yang menyatakan jumlah domain
Tipe molekul ditentukan sbb;
Atom pusat dinyatakan dengan lambang A
Domain elektron ikatan dinyatakan dengan lambang X
Domain elektron bebas dinyatakan dengan E
1. senyawa biner berikatan tunggal
E = ((EV-X))/2
Dengan, EV = jumlah elektron valensi atom pusat
X = jumlah domain elektron ikatan
E = jumlah domain elektron bebas
2. senyawa biner berikatan rangkap atau ikatan kovalen koordinat
E = ((EV-X^'))/2
Dengan, EV = jumlah elektron valensi atom pusat
X’ = jumlah elektron yang digunakan atom pusat
E = jumlah domain elektron bebas

Molekul polar dan non polar
Hibridisasi
Peleburan orbital-orbital dari tingkat energi yang berbeda menjadi orbital-orbital energinya setingkat.
Co/ CH4  sp3 PCl5  sp3d2
NH3 sp3

Gaya Tarik Antarmolekul
Semakin kuat gaya tarik antarmolekul, semakin sulit untuk memutuskan ikatannya, semakin tinggi titik leleh maupun titik didihnya.
a. gaya tarik-menarik dipol sesaat-dipol terimbas (gaya London = gaya dispersi)
gaya tarik-menarik dipol sesaat-dipol terimbas adalah gaya tarik-menarik antara molekul dalam zat yang nonpolar.
Elektron senantiasa bergerak dalam orbital. Perpindahan elektron dari suatu daerah ke daerah lainnya menyebabkan suatu molekul yang secara normal bersifat nonpolar menjadi polar sesaat, sehingga terbentuk suatu dipol sesaat.